Komentar Pembaca

Tips Mengantongi Izin Ngekost dari Orang Tua

oleh area seoku (2019-11-07)


Beasiswa Untuk Mahasiswa S1 - Oke, sekarang kamu sudah bisa memutuskan apakah kamu harus ngekost atau nggak—atau lebih memilih untuk mencari alternatifnya. Selanjutnya, tentu kamu harus meminta restu orangtua agar dizinkan untuk ngekost, dong.

Sama seperti meyakinkan orangtuamu ketika kamu memilih program studi kuliah, meyakinkan orangtuamu untuk dapat mengantongi izin ngekost juga ada seninya, lho. Orangtua kamu bakal punya seribu satu alasan untuk melarang kamu pergi jauh-jauh dari mereka. Tapi tenang, kamu pun juga bisa punya seriu satu alasan (yang baik dan benar) untuk membuat mereka paham kalau kamu layak untuk diizinkan ngekost.

Biasanya, apa aja, sih, yang bikin orangtua sulit memberikan izin untuk anaknya ngekost?

Faktor Tempat Kost

Biasanya, faktor utama perguruan tinggi swasta yang bikin orangtua sulit mengeluarkan SIN (Surat Izin Ngekost) adalah faktor keamanan. Orangtua seringkali kepikiran, apakah kamu beneran aman di indekos? Gimana kalau ada orang jahat di sekitar kosan kamu? Atau gimana kalau kamu kebawa pergaulan nggak baik sampai hobi party di kosan tiap malam, trus akhirnya kamu kejerat narkoba dan seks bebas?

Ih, parno amat.

Memang, sih, kadang kekhawatiran orangtua suka terasa lebay. Tapi, yaaah, namanya juga orang tua. Apalagi berita kriminal horor makin banyak beredar setiap hari. Bokap nyokap pasti makin cemas, lah!

Solusi:

Yakinkan orangtua kalau lingkungan kostan pilihan kamu aman sentosa, dengan cara mengajak mereka ikutan survei lokasi.

Cari tempat kos sesuai EKSPEKTASI orangtua. Misalnya, kalau orangtua kamu nggak mau kamu ngekost di indekos campur, maka pilihlah indekos yang homogen. Ada juga orangtua yang mengharuskan anaknya ngekost di tempat yang berada di bawah pengawasan orang yang lebih tua. Maka, pilihlah indekos yang ada pengawasnya seperti punya ibu kostan atau satpam. Pokoknya hargai kemauan orangtua kamu supaya mereka juga merasa tenang untuk ngelepas kamu untuk ngekost sendirian.

Sebisa mungkin hindari orangtua dari berita yang serem-serem, apalagi kabar kriminal hoax yang jadi viral, supaya mereka nggak parno berlebihan.
Sesuaikan pilihan kost dengan budget orangtua. Apa? Kamu mau ngekos di tempat yang ongkos bulanannya lebih mahal dari ngontrak rumah 6 bulan? Jangan heran kalau kemauan kamu ditolak mentah-mentah sama bokap nyokap. Yang logis-logis aja, lah!
Faktor Kamu

Iya, kamu nggak salah baca. K-A-M-U.

Youthmanual juga pernah nanya-nanya ke beberapa orangtua http://www.dtt.marche.it/UserProfile/tabid/43/userId/12927248/Default.aspx yang anak-anaknya sudah menjadi mahasiswa tentang pendapat mereka mengenai alasan mereka dalam mengizinkan anaknya untuk ngekost. Ternyata, nggak melulu soal lokasi, tapi mereka juga memperhatikan kesiapan dan kemampuan anaknya untuk dapat hidup jauh dari mereka.

Misalnya, ada kasus dimana orangtua memperbolehkan anak pertamanya untuk ngekost ketika berkuliah, karena dari pandangan kasat mata anak itu sudah bisa bertanggung jawab, bisa mengurus diri sendiri, mau beribadah tanpa disuruh-suruh, dan punya teman-teman yang baik. Intinya, oangtuanya menganggapnya sudah dewasa dan dapat dipercaya.

Tapi, giliran anak kedua jadi mahasiswa baru dan mau ngekost juga, malah nggak diizinkan seperti anak pertama. Soalnya, si anak kedua ternyata belum bisa mengurus diri, seperti beberes kamar dan makan teratur. Selain itu, si orangtua teryata juga belum bisa percaya dengan lingkungan pertemanannya saat ini.

Ada juga kasus beasiswa s1 dimana orangtua yang nggak bisa juah-jauh dari anaknya. Biasanya, ini menimpa si anak bontot. Mungkin kamu adalah tempat curhat bokap atau teman nyokap kalau lagi nonton serial India. Tanpa kehadiran kamu, rumah terasa hampa. Ciyeee yang dikangenin.

Bisa juga mama-papa takut kamu jadi menjauh. Pulang ke rumah cuma untuk minta cuciin pakaian kotor. Syedih!

Solusi:

Tunjukkan ke orang tuabahwa kamu bisa mengurus diri sendiri sehari-hari, dengan cara rajin merapikan kamar, bertanggung jawab atas kesehatan (makan nggak perlu pake disuruh-suruh dulu lagi, yaaa…), dan mengurus segala kebutuhan kamu sendiri di rumah.

Buktikan kamu bisa bertanggung jawab dengan cara menjalankan semua kewajiban pokok tanpa disuruh, seperti beribadah, belajar dan menyelesaikan tugas sekolah.

Tepati janji. Kalau udah janji sama orangtuamu bakal pulang ke rumah jam 10 malam, jangan molor jadi midnight, ya. Tunjukkan bahwa kamu adalah anak yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab atas ucapan dan keamanan diri kamu sendiri.

Bergaullah dengan orang-orang yang “benar”, bertanggung jawab dan nggak urakan, lalu kenalkan orangtuamu dengan mereka layaknya ngenalin calon pacar. Kalau kamu ngenalin yang model preman pengkolan, sih, jelas patut untuk dipertanyakan.

Jadikan hal-hal di atas sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan kebiasaan musiman, misalnya saat si mbak mudik doang. Itu, sih, namanya ada udang di balik bakwan! Hihihi.

Banyak-banyak deh, ngobrol dan meluangkan waktu sama mereka. Kalau di rumah kerjaan kamu cuma asyik di kamar atau mainan gadget, kamu bakal dianggap cuek. Mereka bakalan takut kamu makin nggak peduli dan menjauh kalau ngekos.
Faktor Kebutuhan

Walau udah nemu tempat kost yang cihuy berat dan udah bisa jadi pribadi yang bertanggung jawab, kamu tetap bakal susah ngekost kalau… NGGAK BUTUH.

Misalnya, kamu bakal susah diperbolehkan ngekost kalau jarak kampus sama rumah kamu cuma selemparan jemuran, alias deket abis. Jalan kaki juga bisa! Atau, kepengen ngekost cuma gara-gara temen kamu banyakan yang ngekost dan kepingin makin solid. Padahal, lagi-lagi, jarak rumah ke kampus ibarat kepeleset kulit pisang langsung nyampe. Ya jelas nggak dibolehin, shaaay.

Solusi:

Evaluasi lagi apa kebutuhan kamu untuk ngekost. Kalau memang ngekost terbukti bakal memudahkan kamu dalam menjalani perkuliahan, kamu bisa utarakan alasan yang cukup jelas kepada orangtuamu. Kalau emang nggak butuh-butuh amat, kayaknya kamu emang nggak berjodoh dengan dunia per-kost-an https://ojs.bib.hb.se/mastern/comment/view/23/0/40594.

Cari win-win solution. Kalau orangtua tetap keberatan kamu ngekost, kamu bisa menawar untuk dibolehkan menginap di kostan teman saat sedang sibuk di kampus. Atau, ngekost selama beberap minggi/bulan, dikala kamu emang lagi sibuk-sibuknya aja.